BASEL, SWITZERLAND - OCTOBER 29: Jan-Lennard Struff of Germany celebrates a game won against Novak Djokovic of Serbia during the Swiss Indoors Basel Day 6 at St. Jakobshalle on October 29, 2026 in Basel, Switzerland. *** BASEL, SWITZERLAND, OCTOBER 29: Jan Lennard Struff of Germany celebrates his victory over Novak Djokovic of Serbia during Day 6 of the Swiss Indoors Basel at St. Jakobshalle on October 29, 2026, in Basel, Switzerland Copyright: xJustPictures.ch/PascalxvonxBürenx jp-en-EuSpIm-Pavo_Fotografie-07837
JAKARTA, HarianBasis.com – Misi Novak Djokovic untuk mengamankan tiket ke ATP Finals 2026 mendapat pukulan telak. Kembalinya petenis legendaris Serbia itu ke Swiss Indoors Basel setelah 15 tahun justru berakhir antiklimaks.
Djokovic, yang kini berusia 39 tahun, tumbang di babak kedua dari petenis veteran Jerman Jan-Lennard Struff, Jumat (30/10/2026) dini hari WIB.
Bertanding di St. Jakobshalle Basel, Djokovic kalah dramatis lewat pertarungan tiga set selama hampir 3 jam dengan skor 6-7(4), 7-5, 7-6(5). Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Djokovic dalam sembilan pertemuan melawan Struff.
Padahal, Basel menjadi turnamen penting bagi Djokovic untuk mendulang poin. Sebelumnya ia absen panjang dan membutuhkan poin besar untuk mengejar ketertinggalan di klasemen Race to Turin.
Tertahan di Peringkat 11, Terancam Absen di Turin
Akibat kekalahan ini, Djokovic masih tertahan di peringkat 11 klasemen Race to Turin dengan selisih 319 poin dari posisi 9 yang ditempati Rafael Jodar, yang saat ini mengisi slot terakhir lolos. Posisi tersebut lowong karena Jannik Sinner dipastikan absen di Turin akibat cedera.
Tiga pemain sudah memastikan diri lolos ke ATP Finals yang akan digelar 15 November mendatang di Turin, Italia, yakni Carlos Alcaraz, Alexander Zverev, dan Ben Shelton.
Sisa lima tiket masih diperebutkan, namun waktu Djokovic semakin menipis.
Harapan Terakhir di Paris Masters
Pelatih dan tim Djokovic kini mengalihkan fokus ke turnamen Masters 1000 terakhir musim ini, Paris Masters yang akan berlangsung 2-8 November.
Paris adalah taman bermain Djokovic. Ia tercatat sebagai juara tujuh kali di sana, terbanyak dalam sejarah turnamen tersebut.
Namun, Djokovic belum memastikan apakah akan menambah jadwal dengan tampil di ATP 250 Stockholm jika masih membutuhkan poin setelah Paris.”Ini akan jadi pertarungan sampai akhir,” tulis Reuters dalam laporannya.
Kegagalan lolos ke Turin akan menjadi pertama kalinya sejak 2017 Djokovic absen di turnamen penutup musim yang telah ia menangkan sebanyak tujuh kali itu.
Penulis : Rul
