Jakarta, nnews.id – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini diwarnai fenomena baru yang viral di media sosial, istilah “Mahasewa” atau mahasiswa sewaan.Hal itu mencuat setelah Polda Metro Jaya menggelar acara bertajuk ‘Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia’ di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026.
Acara ini digelar sehari setelah aksi besar-besaran mahasiswa pada 28 Oktober yang tergabung dalam aliansi Indonesia Sadar.
Jika pada 28 Oktober, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama berbagai elemen masyarakat sipil menyampaikan 5 tuntutan mulai dari penetapan status bencana nasional untuk karhutla, penghentian pemborosan APBN, hingga reformasi hukum, aksi pada 29 Oktober justru menuai tanda tanya.
Sejumlah video yang beredar di Instagram dan Threads memperlihatkan sekelompok anak muda berbaju almamater yang mengaku mahasiswa, namun tidak dapat menjawab ketika ditanya asal kampus dan jurusan.
Salah satu video yang diunggah akun gosip Lambe Turah bahkan menyebut Universitas Nusa Mandiri harus memberikan klarifikasi.
Pihak kampus membantah bahwa pria berjaket almamater dalam video tersebut adalah mahasiswanya.Fenomena ini langsung memicu perbandingan dengan aksi mahasiswa asli.
Dalam video terpisah yang diunggah BBC News Indonesia dan Kompas.com, Presiden BEM Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Dhenni Ribowo, tampak berorasi lantang di depan Polres Metro Jakarta dengan tuntutan yang jelas terkait pemulihan ekonomi dan supremasi sipil.
Di media sosial, warganet ramai menyebut massa deklarasi tersebut sebagai “Mahasewa” dengan bayaran Rp50 ribu hingga Rp100 ribu plus nasi bungkus.Sementara itu, aksi demo 28 Oktober sendiri menjadi sorotan media internasional.
Kantor berita Reuters, Bloomberg, AFP, hingga France 24 memberitakan aksi tersebut dengan judul “Eat the rich: Indonesians protest against graft, wildfires” dan menyoroti penggunaan salam tiga jari sebagai simbol perlawanan.
Hingga berita ini diturunkan, Polda Metro Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan pengerahan massa bayaran tersebut. Pihak kepolisian sebelumnya menyatakan acara deklarasi bertujuan untuk menjaga ruang damai dan membuka ruang aspirasi.
Penulis : Red
