JAKARTA, nnews.id — Jum’at, 30 Oktober 2026, Pasar keuangan Indonesia bergerak liar hari ini .
Rupiah Menguat Terbatas
Nilai tukar rupiah akhirnya rebound pada penutupan Kamis (29/10). Di pasar spot, rupiah menguat 0,26% ke Rp 18.137 per dolar AS. Kurs JISDOR Bank Indonesia juga naik 0,30% ke Rp 18.128 dari sebelumnya Rp 18.183.
Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi memprediksi untuk hari ini, Jum’at (30/10), rupiah akan bergerak terbatas di rentang Rp 18.080 – Rp 18.220 per dolar AS. Level Rp 18.100 jadi support psikologis.
Penguatan ini dipicu keputusan The Fed yang menahan suku bunga di 3,75% – 4,00%. Tapi waspada ka, 2 anggota The Fed justru minta bunga naik lagi 25 bps, jadi pasar masih sensitif sama data PDB dan inflasi AS.
IHSG Terjun ke 5.098
Berbanding terbalik ka, IHSG justru anjlok 3,49% ke level 5.098 pada penutupan Kamis. Semua sektor merah.
Ini efek lanjutan dari ancaman MSCI yang mau menurunkan status Indonesia dari emerging market jadi standalone market. Sejak pengumuman 16 Oktober lalu, asing sudah net sell Rp 13,91 triliun, bahkan sepanjang tahun sudah Rp 124,67 triliun ka. Indeks sempat sentuh 4.907 pada 19 Oktober, terendah sejak 2020.
Kabar Bagus: Industri Ekspansi Kuat
Di tengah pasar keuangan yang goyah, data industri justru kinclong.
Kementerian Perindustrian mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2026 tembus 53,77 poin, naik 1,84 poin dari September dan tertinggi sejak Februari 2026. Dari 23 subsektor, 19 ekspansi ka. Pesanan baru naik ke 56,08 dan produksi ke 55,38.
“Angka 53,77 ini menunjukkan sektor industri ada pada posisi ekspansi yang kuat,” ujar Sekjen Kemenperin Eko S.A Cahyanto.
Kadin juga bilang ekonomi RI masih tangguh ka, pertumbuhan masih 5,1%, jauh lebih baik dari kontraksi 13% di 1998 dan minus 2,1% di 2020. Cadangan devisa masih US$ 146 miliar dan PMA Rp 270 triliun.
Penulis : red
