Oleh: Redaksi http://nnews.id
Di saat Kapolda Sumut di momen Sumpah Pemuda mengajak 905 wisudawan UMSU memerangi narkoba dan kejahatan siber, ada fakta pahit yang terjadi di sekitar kita. Bukan hanya narkoba, musuh pemuda hari ini adalah pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol).
Inilah ironi Sumpah Pemuda 2026. Di satu sisi kita berteriak “Bersatu, Bertanah Air Satu”, di sisi lain banyak mahasiswa yang diam-diam bertumpah darah karena tagihan pinjol.
Data OJK dan Pusat Pelaporan menunjukkan, kelompok usia 19-34 tahun, yang mayoritas adalah mahasiswa dan fresh graduate, menjadi korban terbesar pinjol ilegal dan judol. Modusnya sama: iming-iming “cair 5 menit, cukup KTP”, “slot gacor bonus 100%”.
Awalnya coba-coba bayar uang kos, beli gadget, atau ikut teman nongkrong. Akhirnya terjerat. Gali lubang tutup lubang. Depresi. Bahkan ada yang sampai bunuh diri dan menjual data pribadi.
Ini yang sering kita lupakan di setiap upacara Sumpah Pemuda. Kita sibuk pakai baju adat dan foto Instagram, tapi lupa esensi Sumpah Pemuda adalah melindungi generasi.
Sumpah Pemuda 1928 adalah sumpah keberanian melawan penjajah. Sumpah Pemuda 2026 harusnya adalah sumpah keberanian melawan penjajahan gaya baru: pinjol, judol, narkoba, dan hoaks.
Apa yang harus dilakukan?
Pertama, kampus harus berani melek hukum. Jangan hanya ada mata kuliah Pancasila, tapi harus ada literasi UU ITE, KUHP, dan bahaya pinjol-judol. Mahasiswa harus paham, satu klik di aplikasi ilegal bisa menghancurkan masa depan.
Kedua, orang tua dan media seperti http://nnews.id harus jadi benteng. Kapolda Sumut sudah benar, mengajak wisudawan perang narkoba dan kejahatan siber. Tapi perang itu harus dimulai dari edukasi, bukan hanya penindakan.
Ketiga, mahasiswa itu sendiri. Kalau kalian bisa kompak teriak “Indonesia Gelap” di depan Istana, kenapa tidak kompak teriak “Tolak Pinjol dan Judol” di dalam kampus?
Jangan sampai kita menjadi generasi yang melek teknologi tapi buta hukum. Generasi yang viral karena plonga-plongo di aksi, tapi juga viral karena gagal bayar pinjol.
Sumpah Pemuda bukan seremoni. Sumpah Pemuda adalah komitmen untuk tidak membiarkan satu pun pemuda Indonesia hancur karena kejahatan siber yang sebenarnya bisa dicegah.
Selamat Sumpah Pemuda. Saatnya sumpah melek hukum.
